header

SELAMAT DATANG DI BLOG PUSKESMAS ADIWRNA Jl. Raya Selatan Banjaran Adiwerna Phone: (0283) 4542147

Senin, 12 Februari 2018

ADIWERNA WASPADA BANJIR

Camat dan Kapusk Adiwerna bersama Kasi Surveilans
Dinkes Kab. Tegal
Banjir yang melanda di beberapa desa wilayah Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, sejak sabtu pagi (10/02/18) akibat luapan sungai jembangan dan debit air hujan yang tinggi, mengakibatkan banyak kerugian. Masalah yang ditimbulkan dari banjir diantaranya adalah masalah kesehatan. Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Adiwerna bersama kerja sama Pemerintah Desa, Kecamatan, PMI, PSC 119 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, melaksanakan Posko Kesehatan Pascabanjir di 3 lokasi berbeda.

"Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka penanggulangan banjir di wilayah Kecamatan Adiwerna." Tutur Muhammad Natsir, Camat Adiwerna.
"Kepada pemerintah desa, diinstruksikan untuk mengitung berapa jumlah pengungsi di tiap desa masing-masing, agar memudahkan dalam menentukan prioritas penanggulangan." Lanjutnnya. 

Desa yang terkena banjir terparah dengan ketinggian air antara 80-175 cm adalah desa Tembok Lor dan Tembok Banjaran. Dari hasil koordinasi dengan Kepala Desa, Posko kesehatan pascabanjir dilaksanakan sejak hari minggu (11/02/2018). TGC Puskesmas Adiwerna terbagi menjadi tiga tim.  Tiap tim terdiri dari dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan yang lain. TGC bertugas untuk melaksanakan kegiatan kuratif, promotif dan preventif pascabanjir.


Pelaksanasan posko kesehatan
 “ Data yang diperoleh dari posko satu yang berada di RT.03 Desa Tembok Lor tedapat 71 pasien yang berkunjung ke posko, di posko dua yang berada di RT.03 Desa Tembok Banjaran sebanyak 100 pasien, dan di posko tiga yang berada di RT.05 Desa Tembok Banjaran sebanyak 121 pasien. Jadi total kunjungan di posko kesehatan sebanyak 292 pasien.” Ujar Isnaeni Setyani, petugas surveilans Puskesmas Adiwerna. 
“Pasien yang berkunjung ke posko kesehatan berasal dari berbagai kalangan usia, ada bayi, balita, ibu hamil, orang dewasa dan juga lansia.” Lanjut Isnaeni. 


Kadinkes Kab. Tegal pantau lokasi posko
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr. Hendadi Setiadji, turut memantau langsung pelaksanaan posko kesehatan (11/02/2018). Beliau menyampaikan kepada TGC Puskesmas Adiwerna untuk tidak khawatir akan ketersediaan obat di posko. Kebutuhan obat akan disediakan dari Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. Pelaksanan posko kesehatan akan dilaksanakan selama masyarakat masih membutuhkan.


Reporter : St. Risya Alifyanti

Minggu, 11 Februari 2018

TEMBOK TERENDAM BANJIR



Kepala Desa Tembok Lor di Lokasi Banjir
Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Tegal pada hari Jumat (9/2/2018), mengakibatkan beberapa wilayah mengalami banjir. Wilayah Kecamatan Adiwerna yang mengalami banjir diantaranya desa Tembok Lor, Tembok Banjaran, Pesarean dan Desa Lemahduwur.  Air berasal dari luapan sungai kali Jembangan dan intensitas hujan deras yang mengakibatkan ketinggian air antara 80-175 cm. 

  
Pada hari Sabtu (10/2/2018) Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Adiwerna yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Adiwerna dr. S.A. Muraeny, meninjau langsung lokasi banjir dan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa yang mengalami dampak banjir terparah yaitu desa Tembok Banjaran dan desa Tembok Lor.

Koordinasi TGC dengan Kepala Desa Tembok Banjaran
“ Kejadian musibah banjir dimulai jam 15.30 sampai jam 18.30. Hujan yang sangat deras mengakibatkan banjir di beberapa RT di wilayah kami. Deengan ketinggian banjir terparah di RT.3 dengan ketinggian air mencapai 175 cm.” Tutur Mustamid, S.Ag., Kepala Desa Tembok Banjaran kepada TGC Puskesmas Adiwerna.

“Rumah yang terendam banjir sebanyak 260 rumah, dengan kerugian materiil cukup banyak. Terdiri dari peralatan elektronik, hewan ternak seperti ayam dan angsa banyak yang mati.” Terang Mustamid.

Dari hasil koordinasi tersebut, TGC Puskesmas Adiwerna akan melaksanakan posko kesehatan  pada hari Minggu (11/02/2018) di tiga titik yang mengalami banjir terparah. Posko kesehatan tersebut, yaitu terbagi satu titik posko kesehatan di Desa Tembok Lor dan dua titik posko kesehatan di Desa Tembok Banjaran.

Reporter : St. Risya Alifyanti

Selasa, 06 Februari 2018

VERIFIKASI DESA ODF (OPEN DEFECATION FREE) DI DESA KALIMATI KEC. ADIWERNA KAB. TEGAL

Open Defecation Free (ODF) atau Bebas "Ngising" Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Sedangkan Desa/Kelurahan ODF (Open Defecation Free)  adalah Desa/kelurahan yang 100% masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat.

Desa Kalimati merupakan salah satu Desa binaan Puskesmas Adiwerna. Kebiasaan "ngising" masyarakat Desa Kalimati sudah 100 % akses pada jamban sehat. Walaupun masyarakat masih ada yang belum punya jamban sendiri tetapi mereka mau untuk sharring / numpang dengan menggunakan jamban umum. Sehingga sudah tidak ada lagi masyarakat yang "ngising" sembarangan seperti di sungai atau dikebun. Hal ini membuat Pemerintah Desa Kalimati di Tahun 2017 siap untuk Mendeklarasikan bahwa Desa Kalimati sudah "Bebas Ngising Sembarangan". 

Sebelum adanya Deklarasi ODF, akan dilakukan verifikasi ODF oleh tim verifikasi. Tim verifikasi terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, Kabid Kesmas, Kasie Kesling Kesjaor, Staff Kesling, Camat, Kepala Puskesmas dan Sanitarian Puskesmas.

Apa itu verifikasi ODF ?
Proses verifikasi ODF adalah proses untuk memastikan status ODF dalam suatu komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Mengapa perlu dilakukan proses verifikasi ODF ?
Verifikasi status bebas dari buang air besar sembarangan penting untuk dilakukan dalam memastikan perubahan perilaku di masyarakat benar-benar terjadi dan berkelanjutan tidak sesaat pada deklarasi ODF saja, namun perubahan perilaku terjadi secara permanen.



Persiapan Verifikasi ODF Bersama Kades dan Kader Desa Kalimati




Pelaksanaan verifikasi ODF di Desa Kalimati telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 Januari 2018. Dari hasil verifikasi ODF di Desa Kalimati sudah tidak ada masyarakat yang "ngising" sembarangan lagi.
Tim verifikasi ODF Desa Kalimati

Sambutan oleh Sekretaris Desa Kalimati





Tim ODF mengunjungi dan mewawancarai salah satu rumah yang sudah menggunakan jamban sehat



Penulis : Listya Paranitasari, S.KM.

Jumat, 19 Januari 2018

Manfaatkan Posbindu di Tempat Kerja



Posbindu PTM di tempat kerja merupakan salah satu upaya pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilakukan untuk meningkatkan status kesehatan pekerja. Semua kegiatan yang berlangsung di dalamnya merupakan kegiatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk pekerja. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden nomor 22 tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul karena Hubungan Kerja, maka penyelenggaraan Posbindu PTM di tempat kerja sebagai langkah awal dalam upaya pencegahan dan pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (FR PTM). Bila ditemukan FR PTM pada pekerja dan pemberi kerja maka perlu tindak lanjut dini, supaya faktor risiko yang ada tidak berakhir pada PTM atau memperberat penyakit yang sudah diderita sebelumnya. Inilah pentingnya mengendalikan FR PTM, sehingga diharapkan dapat meningkatkan perlindungan terhadap pekerja dan pemberi kerja dari PTM, sebaaimana telah diamanahkan pada kepres tersebut.

Rabu, 17 Januari 2018

AKREDITASI PUSKESMAS


Mengapa Puskesmas perlu di Akreditasi
Mungkin kita sering mendengar kata akreditasi  dikaitkan dengan sebuah Kampus, Fakultas dan sekolah, namun sekarang  pemerintah mewacanakan semua fasilitas pelayanan publik wajib diakreditasi tak terkecuali puskesmas.
Pelaksanaan Akreditasi Puskesmas sudah direncanakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak tahun 2015 dan pada tahun 2019 semua puskesmas di Indonesia wajib terakreditasi. Dengan demikian kita sebagai insan kesehatan terutama yang berkerja di puskesmas, setuju tidak setuju, suka tidak suka dengan akreditasi puskesmas namun harus kita ikuti.
Pelaksanaan Akreditasi Puskesmas tidaklah sulit seperti yang dibayangkan insan puskesmas dan tidak menambah pekerjaan baru bagi puskesmas, justru dengan akreditasi puskesmas kita hanya perlu mendokumentasikan apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang sudah didokumentasikan, dengan kata lain motto akreditasi adalah “Kerjakan apa yang ditulis dan tulis apa yang dikerjakan”
Penting untuk kita ketahui bagaimana pelaksanaan Akreditasi Puskesmas tersebut. Beberapa informasi akan kami sajikan di sini namun merupakan garis-garis besar dari pelaksanaan Akreditasi Puskesmas yang kami ambil dari berbagai sumber.

Minggu, 14 Januari 2018

10 Hal yang Patut Diketahui Seputar Wabah Difteri



Jakarta, CNN Indonesia -- Difteri, penyakit menular akibat kuman Corynebacterium Diptheriae kembali mewabah. Hingga November 2017, 11 provinsi melaporkan kejadian luar biasa difteri dan 32 kasus di antaranya meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya ada 95 kab/kota di 20 provinsi yang melaporkan terjadinya kasus Difteri. Kondisi ini mengkhawatirkan karena ditengarai penyebabnya kengganan orangtua memberikan imunisasi pada anak.

ADIWERNA WASPADA BANJIR

Camat dan Kapusk Adiwerna bersama Kasi Surveilans Dinkes Kab. Tegal Banjir yang melanda di beberapa desa wilayah Kecamatan Adiwerna K...